Puisi dan Patah Hati
Puisi dan Patah Hati Ali Hamidi Pagi itu terlihat sangat jenuh, matahari muram seperti wajah Rafi hari ini. Belakangan gerak-geriknya menandakan tubuhnya tak sehat, dia tak mau bergerak seperti kursi yang didudukinya. Kantung matanya menghitam, serta pandangannya yang kosong persis seperti suasana hatinya. Kepalanya terkulai miring di meja bangku, matanya terbuka tapi ia seperti orang pingsan, tak peduli terhadap apapun yang di sampingnya. Ulangan hari ini sangat bersejarah bagiku, ada perasaan senang dan sedih bercampur jadi satu. Aku sangat senang karena peringkat nilai jelek tak lagi menempel padaku, yang membuatku sedih adalah kenapa harus Rafi yang menggantikan posisiku. Padahal ia biasanya peringkat satu dalam hal ini. Kulihat kertas ulangannya tanpa jawaban apapun, hanya tertulis namanya ( Rafiuddin ) dan ada gambar wajah seorang perempuan cantik berjilbab panjang di belakangnya, sambil sisi kiri gambar tersebut terdapat coretan agak besar “ I miss you E...