Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Anda Jatuh Cinta atau Sedang Ber-Matematika

Gambar
  Anda Jatuh Cinta atau Sedang Ber-Matematika Ali Hamidi Sebagai manusia yang normal secara personal dan sosial, jatuh cinta merupakan perasaan yang selalu kita alami. Sebagaimana deskripsi tentang “rasa” itu tidak ada, maka cinta pun demikian. Membahas tentang perasaan kita tak pernah menemukan definisi atau arti katanya, melainkan yang kita temukan hanyalah tanda-tanda. Misal, rasa pedas itu apa definisinya? Susah bukan untuk dijelaskan, akan tetapi jika diberi tanda-tanda seperti perih di lidah, dampak makan sambel atau sebagainya. Maka kita mampu mentrasfer pengertia tersebut lewat ingatan indra. Tidak sedikit kasus di dunia ini yang tak bisa dinalar sebab urusan perasaan, sejak zaman dulu Kawan. Kalau tak percaya, bacalah cerita karya Nizami Ganjavi beberapa abad lalu Layla Majnun, dimana Qays rela meninggalkan kepintaran, kekayaan dan fasilitas lain demi mencintai Layla, hingga ia dianggap gila/Majnun. Atau Romeo yang rela mati demi Juliet, padahal zaman demikian mungki...

7.077

  7.077 Ali Hamidi Cintaku umpama sayap kupu-kupu Terbang keluar dari pelupuk rindu Dikibarkan teduhnya pada hati yang ragu Atau pena yang suka merayu Hasratku laksana kumpulan debu Melintas lalu kau seka di ujung matamu Terbang ia mencari asamara : Jangan Sampai mati sebab jatuh hati Cinta menghidupkan Jangan tanya hujan ia pemalu Rintik air berisik itu Bisu menatap bayangmu Jangan tanya awan ia peragu Tak pernah berani menyapa bumi Bila hujan tak membawa pesannya Diantara tujuh ribu tujuh puluh tujuh Jumlah bintang menatapku Maka ia bertanya siapakah gadis itu? Kutatap ia, akupun hujan dan awan

Pesan untuk Para Calon Perantau

Gambar
    Pesan untuk Para Calon Perantau Ali Hamidi ilustrasi dari google Sejatinya manusia tidak mungkin dapat terus hidup stagnan dan statis dalam pemikiran dan pengalamannya, untuk menambah pengetahuan dan gaya penghidupan manusia harus melakukan adaptasi terhadap hal-hal baru yang akan ia jalani. Adaptasi berarti perubahan atau penyesuaian makhluk hidup terhadap fungsi, struktur, lingkungan atapun keadaan yang membuatnya bertahan dalam kondisi baru tersebut. Tentu, kita tidak bisa semena-mena menuntut lingkungan atau budaya baru yang kita temui untuk menyesuaikan dengan keadaan kita, itu tak adil. Sebaliknya, karena kita adalah subjek bagi diri kita sendiri, maka kebaikan yang harusnya kita lakukan adalah melakukan adaptasi terhadap suatu tempat yang baru, meski tampak berlawanan dari rutinitas kita pada sebelumnya. Sebut saja santri baru, mahasiswa baru, pekerja pemula, keluaga yang pindah tempat tinggal dan berbagai kasus lainnya. Dalam menyikapi hal tersebut, ada beb...

Lagu Sastrawi

Gambar
 Lagu Sastrawi Ali Hamidi Saya sangat yakin orang-orang pasti menyukai irama, baik itu yang kemudian kita sebut musik, lagu pop, religi dan sebagainya. Sebagai seorang yang hanya penikmat dunia musik tanpa tau ilmu di bidang permusikan, saya hanya ingin menceritakan kekaguman diri saya terhadap musik. Sebagai satu contoh kekaguman itu saya taruh pada group band Payung Teduh. Bagi orang yang menikmati musik dan sekaligus pada keindahan lirik, pasti anda akan setuju dengan nama band yang saya sebutkan itu. Keprihatinan saya terhadap dunia musik Indonesia diawali dengan artis-artis yang dengan serampangan menciptakan lagu dengan judul yang aneh, lirik yang aneh dan harus dipertanyakan lebih jauh manfaat lagu itu. Saya agak berani berbicara tentang manfaat karena sebagaimana saya alami, lagu yang saya putar di media apapun pasti memunculkan inspirasi dan dorongan emosi yang baik. Lain halnya kemudian kita membahas artis-artis yang lebih jauh ke arena perdangdutan, saya bingung dengan a...

Puasa Puisi

 Puasa Puisi Ali Hamidi Daun-daun puisi menerka sebuah penyesalan Kepada yang datang setahun sekali Di beberapa kesunyian antara hari hari Menerka sia-sia Aku manusia yang pura-pura bisa mengingat dosa Dan tangis kepalsuan kami jatuh tiap usai Syawal Memohon mohon untuk Menyaksikan anak-anak burung terbang tanpa bulu Seperti manusia tanpa dosa Ia akan terbang ke perapian Dan bermain main yang dianggap cahaya Gelap kemudian menelan yang tak sempat dirangkai kata-kata Salatiga, 24 Mei 2021

Perjalanan

 Gresik-Salatiga, hari ini 23 Mei 2021 adalah perjalanan saya dari Ujungpangkah ke Salatiga untuk kembali ke Mahad IAIN Salatiga. Atas tuntutan tugas formal dan spiritual, saya usaikan liburan saya yang hanya segelintir hari di rumah itu. Alhamdulillah, akhir ramadhan dan awal syawal sebagai budaya/arus balik orang-orang rantau sudah saya lalui dengan nikmat. Agak jauh, dari Ujungpangkah desa pesisir saya bermotor dengan kawan saya hingga ke Stasiun Lamongan. Semenjak mengetahui prosedur perjalanan kereta, saya punya cita-cita untuk membuka bisnis di sana. Kalau sekarang viral-viralnya covid dan penumpang wajib bersedekah untuk sebuah kertas "negative" covid, maka mungkin esok saya beri penumpang itu surat "negative" jelek. Mereka pasti jauh lebih bangga dari sekarang. Semenjak menjadi perantau untuk belajar di luar desa, kota dan provinsi. Saya bersyukur karena selama ini orang sekitar atau tetangga saya hanya mengamati rambut, warna kulit dan makin baik/buruknya t...

Anak-anak Kami

  Anak-anak Kami Ali Hamiidi Kepada jari-jemari dedaunan yang teduh menduhi Pikiran-pikiran yang dipelajari anak didik kami Kepada buku-buku yang termenung di bawah anak-anak gorengan Tak sempat kami membeli Tenaga dan rupiah adalah milik orang miskin Penipu hanya butuh akal Dan anak-anak itu, kami sekolahkan tinggi-tinggi Agar esok tak mau menanam padi Katanya sawah, tanah dan bapaknya adalah kuno Udara dan beras ialah sampingan Dan anak-anak itu berlomba-lomba untuk dikenal Hingga lupa mengenal dirinya sendiri Anak ayam di sana mati-matian ingin menggonggong Sebab yang demikian sedang viral Dan ayam-ayam renta sibuk memoles bulu putihnya Hingga menghitam seperti ketika keluar dari telur dahulu Kala Gresik, 22 Mei 2021

Haji Muamalah

Gambar
  Haji Muamalah Sejak dalam perjalanan, kutengok kiri kanan rumah-rumah tetanggaku yang terlihat televisenya masih menyala, dengan rakus mereka tertawa terbahak-bahak, asap rokok mengepul. Rumah-rumah orang awam itu nampak gaduh oleh anggota rumahnya sendiri. Dengan stagnan, kutarik pedal gas motor tanpa gigi yang baru saja datang beberapa hari lalu. Aku membelinya karena setiap pergi ke masjid dengan berjalan kaki, memerlukan waktu lama dan sialnya aku bukan menjadi yang pertama datang ke masjid. Sesampainya di pertigaan jalan sebelum menyeberang menuju kawasan masjid, terlihat pula orang-orang dengan berpakaian kumuh dari sebelah utara. Mereka berjajar mengendarai sepeda ontel butut, badan penuh lumpur dan bau amis ikan tambak. Dalam hati aku bertanya, darimanakah orang-orang itu? Tak tahukah mereka bahwa sebentar lagi adzan isya berkumandang dan sholat terawih akan dilaksanakan? “Monggo Pak Haji” ujar salah seorang dari mereka menyapaku. Aku tersenyum saja. Parkiran masih sepi, ...

Buku adalah Ganjal Turu

Gambar
 Buku adalah Ganjal Turu Ali Hamidi Sumber gambar: google Kalau Kawan terlalu banyak menonton drama dan sinetron televise, hendaknya sebelum melakukan itu saring dulu pikiran Kawan tentang fiksi dan nyata. Saya yakin, secara tersirat tujuan dari adegan demi adegan akan dibuat se-emosional mungkin, ketika kesesuaian sudah bertemu antara emosi Kawan dan tontonan tersebut, secara tidak langsung Kawan akan terbawa oleh: perasaan. Lain halnya dengan orang-orang yang berjenis idealis, sebelum melakukan sesuatu mereka akan menyetig otak mereka bahwa fiksi adalah palsu, orang akademis yang akan menonton film serius dan meriset sesuatu atau orang-orang yang hanya ingin menikmati tontonan, tanpa mereka sadari apa yang mereka nikmati akan menjadi tuntunan prilaku karena otomatis merasuk ke alam bawah sadar. Tidak akan lebih jauh, mari kita membahas sesuatu tuntunan menarik yang lebih efektif dalam dunia pendidikan, buku. Akhir-akhir ini, sosial media telah membuat jangka kehidupan buku lebih ...

Manusia yang Ashabul Kahfi

Gambar
 Manusia yang Ashabul Kahfi Ali Hamidi Pada awalnya saya agak ragu untuk menulis tentang hal ini, namun dengan rasa semangat untuk “Menyindir” diri saya sendiri. Maka akan saya lawan kemalasan-kemalasan saya dengan membaca tulisan ini pada nantinya. Saya sering mengingatkan diri saya sendiri dan meyakinkan bahwa saya adalah manusia malas, oleh karena itu sedikit usaha saya untuk melawan dan menekannya dengan motivasi dan inspirasi. Hal yang paling saya syukuri dari kemalasan dan luangnya waktu saya ialah mempunyai laptop, sehingga saya dapat menulis. Lalu saya menjadi manusia yang cerewet jika berada di depan laptop ini. Beberapa hari lalu saya membaca dengan hatam novel Ashabul Kahfi karya Muhammad El Natsir, semoga ganjaran jariyah akan mengalir pada beliau atas kemanfaatan tulisan-tulisannya.  Selanjutnya saya terbayang betapa sombongnya seseorang bernama Diqyanius yang menguasai secara paksa Kota Ephesus, tempat para Ashabul Kahfi dulunya hidup makmur di bawah ajaran Nabi ...