Malu-Malu ( Ali Hamidi )
Malu Malu
Ali Hamidi
Kulihat wajah alam berseri-seri, menadah
mengemis syafaat
Dalam gumam mereka bersholawat
Mencari jejak hijrah perjalanan Nabi
Muhammad
Menjadi awal bagi lahirnya rahmatan umat
Turunlahah rembulan, jangan malu-malu
Nikmatilah berkah rahmat
Syukur bumi dan langit ingat milad
Meski kini batuk, bungkuk dan makin menua
Bangunlah laut, jangan malu-malu
Aku tau kau merindu
Tanpa lelah sepanjang waktu itu
Mengantar Nabi Nuh dalam perahu
Menimangnya dalam pelukan ombak penuh rayu
Tunjukkan dirimu api, jangan malu-malu
Penuhi gelap dengan sinar
Aku tau kau adalah pemancar bukan pembakar
Kemarilah, jadi terang hilangkan sukar
Berilah kami rasa kesejukan seperti Nabi
Ibrahim dalam kobar
Malu-malu pula aku berdiri
Di atas sajadah perteduhan
Aku berdoa agar angin berhembus kencang
Sebagai media pengampunan
Atas dosa yang tiap detik datang
Bersihkanlah ke sela-sela tubuh ku angin
Salahku sering kusembunyikan
Puisi ini telah mengikuti salah satu event yang diselenggarakan oleh HIMPUNAN MAHASISWA BUDIDAYA PERAIRAN (HIMADAYA)
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
📩 akuakultur.himadayaunlam@gmail.com
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
📩 akuakultur.himadayaunlam@gmail.com
Komentar
Posting Komentar