Tiga Banjar Kursi

Gambar terkait
Tiga Banjar Kursi
Ali Hamidi


Tiga banjar, kursi wisuda
Bertepuk ria
Sesaat setelah mereka melempar topi
Bertoga, semangat berapi-api
Selesailah masa penuh revisi

Esok mereka lahir kembali
Dalam dunia penuh kontroversi
Kakak-kakak mereka
Yang mengais lalu gugur satu per satu

Bacaan mereka tak lagi referensi
Namun koran, majalah atau bungkus roti isi
Berburu kata “ Dicari“
Media cetak maupun televisi

Malamnpun mulai redup
Dan pagi itu mentari tak sehangat biasanya
Begitu panas
Menyambar otak para pemalas
Melambai duduk, tertidur diatas kapuk
Yang lapuk bersama dirinya
“ Sudahlah besok saja “ kata mereka

Sepertiga lagi dari mereka berguling
Ke gedung kosong, rebutan omong
Aksi tawar kehebatan diri
Maaf
Hanya dia si kutu buku
Cekatan, nilainya tinggi

Lalu mereka bagian akhir, mulai berpikir
Kenapa harus cari bekerja.?
Bukankah pencipta perusahaan manusia juga.?
Lahirlah bakul kecil, wadah bagi seni
Dan tekad yang amat besar
Membuat bukan mendaftar
Mencipta bukan bekerja

Dan setelah ketiga kursi mulai menua
Yang satu menimang cucu di hari tua
Lainnya terapi mata dan otot punggugnya



                                                                                                                  Salatiga. 14 Desember 2018



Telah mengikuti event yang diselenggarakan oleh @beasiswa10000_makassar ( instagram ).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan

Skripsi: Insomnia

7.077