Kerusuhan Demonstran Yunani, Kecam Penganiayaan Penduduk oleh Oknum Polisi
Dikutip dari CNN Indonesia, pada Rabu (10/2/2021) sekitar 5000
masa melakukan aksi unjuk rasa di Nea Smyni, pinggiran ibu kota Athena, Yunani.
Diduga para demosntran menuntut keadilan setelah beredar video kasus penganiayaan
kepada salah satu penduduk oleh oknum aparat di daerah tersebut.
Bentrokan antara masa dan polisi tak dapat dihindarkan setelah
polisi pengaman menembakkan gas air mata, hal itu dilakukan dengan alasan masa
terus memprovokasi dan menyerang aparat dengan bom Molotov dan membakar tempat
sampah. Hingga malam hari kerusuhan tak dapat dihentikan, tayangan stasiun televise setempat meliput seorang
polisi yang tergeletak di tengah jalan dilarikan ke rumah sakit karena
mengalami luka-luka.
Penyelidikan atas kasus kekerasan terhadap penduduk ini tengah
ditangani oleh pihak berwajib. Mereka beralasan sebagian polisi dikirim atas
laporan pelanggaran protokol kesehatan di tengah lockdown yang masih
berlangsung di sana. Namun, kelompok oposisi mengecam tindakan kekerasan yang
dilakukan polisi terhadap penduduk yang terekam dalam sebuah video. Lembaga Ombudsman
Yunani juga ikut menyelidiki kejadian tersebut.
Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis meminta kericuhan
segera diakhiri, dalam pidatonya ia menyebutkan, “Saya
meminta kepada kaum muda untuk terus berkarya dan jangan merusak. Amarah tidak
akan menyelesaikan masalah” ungkapnya.
Kejadian ini menambah frustasi segala lapisan masyarakat, selain
karena virus yang tak kunjung usai, penerapan lockdown menyebabkan laju ekonomi
masyarakat juga terhambat, ditambah sikap pemerintah yang represif terhadap peristiwa tersebut.
Penulis; Ali
sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210310032102-134-615794/demo-tolak-kekerasan-polisi-di-yunani-berujung-rusuh

Komentar
Posting Komentar