Lagu Sastrawi

 Lagu Sastrawi

Ali Hamidi



Saya sangat yakin orang-orang pasti menyukai irama, baik itu yang kemudian kita sebut musik, lagu pop, religi dan sebagainya. Sebagai seorang yang hanya penikmat dunia musik tanpa tau ilmu di bidang permusikan, saya hanya ingin menceritakan kekaguman diri saya terhadap musik. Sebagai satu contoh kekaguman itu saya taruh pada group band Payung Teduh.

Bagi orang yang menikmati musik dan sekaligus pada keindahan lirik, pasti anda akan setuju dengan nama band yang saya sebutkan itu. Keprihatinan saya terhadap dunia musik Indonesia diawali dengan artis-artis yang dengan serampangan menciptakan lagu dengan judul yang aneh, lirik yang aneh dan harus dipertanyakan lebih jauh manfaat lagu itu. Saya agak berani berbicara tentang manfaat karena sebagaimana saya alami, lagu yang saya putar di media apapun pasti memunculkan inspirasi dan dorongan emosi yang baik. Lain halnya kemudian kita membahas artis-artis yang lebih jauh ke arena perdangdutan, saya bingung dengan acara orkes dan semacamnya yang lebih menontonkan pertunjukan aurat daripada menikmati seni musikal (meski dari lubuk hati saya juga menikmati biduan tersebut). Lebih membingungkan jika anak-anak kecil yang bahkan belum tau manfaat dan fungsi burungnya saja sudah mendengungkan suara "buka sitik jos" dan slogan sebagainya.

Bukannya saya sok prihatin dengan nasib generasi penerus bangsa dan aset masa depan negara, saya juga tak ahli dan belum tau bagaiana menyikapi itu. Hanya saja saya agak mengingat masa lalu dimana masa kecil saya penuh pelarian, petualangan dan penjelajahan yang lebih dramatis dari jejak si gundul yang ada di televisi. Saya dan kawan-kawan saya dulu pernah merusak listrik Kepala Desa, melempar mercon ke orang tidur atau mematikan speaker muadzin yang sedang adzan, tak perlu saya ceritakan lebih jauh. Saya hanya menghimbau kenapa kegiatan masa kecil saya itu tak ada generasi penerusnya, anak-anak sekarang sudah dikantongi ponsel dan kuota, tanpa pengalaman dan perenungan apapun.

Kembali ke dunia permusikan, sadarkah kawan-kawan kalau anak-anak sedikit banyak akan menyanyi yang sering ia dengar, karena usia mereka lebih cepat merekam sesuatu dan mempraktikannya. Harusnya, jika mereka bernyanyi balonku, pelangi atau bintang kecil sudah maklum didengar. Akan tetapi, jika yang saya dengar ialah lagu Aldi Thaher, Buka Sitik Jos (beserta gerakannya, pasti anda tahu maksud saya), Hamil Duluan dan sebagainya. Maka saya akan memandang sinis anak itu dan ingin saya meruqyahnya.

Entah ini akan menjadi solusi atau sekedar kecerewetan saya belaka, akan tetapi Payung Teduh-lah yang mampu saya gambarkan sebagai penyuplai lagu-lagu sastrawi yang enak didengar dari musik maupun liriknya. Saya lihat Payung Teduh sebagai kiblat dunia sastra musik yang berhasil menciptakan lagu-lagu indah dan bernyawa, sebagai contoh: Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan (favorit saya), Menuju Senja, Mari Bercerita dan banyak lagu indah lainnya.

Semoga saya dan orang-orang yang sedang dekat dengan anak-anak selalu wasapada oleh apa yang terdengar oleh mereka, sekali-sekali putarlah murottal al-Qur'an, lagu religi, atau lagu sastrawi rekomendasi saya. Siapa sangka mereka akan lebih menyukai dunia permusikan yang benar-benar bagus, menemukan kegembiraan melalui irama atau bahkan menemukan Rahmat Tuhan melalui nikmat bisa mendengar atau memahami misalnya. Wallahualam bisawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan

Skripsi: Insomnia

7.077